Melalui Teknik Kawin Silang, Guswandi Sukses Kembangkan Ayam Hias Unggulan



LENTERASUMBAR.COM - Para peternak ayam Hias biasanya melakukan pembiakan dengan cara perkawinan sesama Ras, guna menjaga kemurnian ayam tersebut. Tetapi beda halnya dengan Guswandi, peternak ayam asal perumahan Permata berlian sungai sapih yang lebih dikenal dengan nama Permata Farm saat di kunjungi oleh Harian Umum Rakyat sumbar , rabu (05/05/2021), kemarin, ia mengaku melakukan inovasi untuk menciptakan ayam hias dengan cara kawin silang. Tak segan, Guswandi pun dengan ramah menunjukan tata cara mengawinkan ayam dengan sistem kasih silang tersebut.


Meski diberi nama kawin Silang ala iwan ya iwan, namun dalam prakteknya sangat sederhana yakni dengan  menyiapkan dua buah ras ayam hias yang berbeda baik jantan maupun betina,misalnya antara ayam brahma dengan Ayam Poland dengan cara itu ia bisa berinovasi menciptakan varian ayam jenis baru hasil persilangan.


Sampai dengan detik ini, Guswandi mengklaim telah berhasil menyilangkan ayam Brahma dengan ayam Poland, ayam poland  dengan ayam Batik dan ayam Batam chocin dengan Ayam Silkie ayam ketawa dengan ayam Kukuak Balengek sehingga didapatkan varian ayam hias baru dan menghasilkan ayam Hias Super. 


“Jadi, dengan rekayasa genetik  Ala Iwan iwan saya bisa mencetak ayam jenis baru,” beber Guswandi


Menurut Guswandi, dari semua ayam hasil Kawin Silang ala Iwan ya iwan , yang paling menguntungkan dan kini tengah dikembangkan bahkan sudah dikomersilkan secara luas ialah Ayam Brahma Poland  hasil persilangan jantan  Brahama  dengan  betina ayam Poland 


Dikatakan Guswandi, kelebihan ayam Brahma Poland ala iwan ya iwan ini adalah dalam usia 40 hari sejak menetas sudah bisa mencapai berat badan 1 kg. Pertumbuhan yang luar biasa cepat itu dirasa Guswandi sangat efektif untuk memutar roda perekonomian peternakannya.


Kelebihan lain yang terdapat pada ayam Brahma Poland adalah bertubuh besar, gemuk seperti Brahma. Dan memiliki  jambulnya memang nyentrik. Ada yang berbulu panjang mirip rambut anak-anak metal, ada juga yang jambul keriting bahkan kribo. Saking uniknya, tidak sedikit kalangan selebriti dunia yang gaya rambutnya disamakan dengan jambul ayam poland.


Dikatakan Guswandi, teknik kawin Iwan ya Iwan  yang dilakukannya ‘disempurnakan’ dengan penggunaan mesin tetas telur sehingga hasilnya maksimal. Betina yang sudah dapat dilakukan kawin  ialah betina ayam yang sudah masuk usia produktif sekitar 7 bulan.


Dengan keunikannya tersebut, di Permata Farma unggas berjambul ini banyak dan berbadan besar dibudidayakan sebagai ayam hias yang harganya terbilang tak murah dan Guswandi beternak ayam Hias Super unggul ini Baru satu tahun yang lalu. sebelumnya Guswandi membudidayakan ayam Bangkok di atas lahan seluas 200 meter persegi di pekarangan rumahnya.


Lahan budidaya ayamnya memang tidak terlalu besar, namun kandangnya cukup luas. Satu kandang berisi tiga ayam bahkan lebih yang terdiri dari dua betina dan satu jantan. Total, Guswandi  memiliki lebih dari 200  ekor ayam hias hasil silangan. 


Untuk anakan ayam poland batik hasil persilangan berusia 1 bulan, harganya dibanderol Rp 70. 000 per ekor. Sedangkan indukan Rp 400.000 sampai 800.000 per pasang. “Itu harga di tingkat peternak. Kalau sudah masuk reseller atau toko, harga indukan bisa Rp 2 juta per pasang,” katanya.


Dalam sepekan, Guswandi mengaku bisa menjual 15 - 20  ekor anakan dan indukan ayam Ayam Hias Super . Dari penjualan itu, Guswandi bisa meraup omzet Rp 7.5  juta per bulan.


jenis ayam hias super unggul Iwan ya iwan ini sangat eksis di masyarakat sampai saat ini. Bahkan dengan kemajuan teknologi, cara pemasaran ayam hias tak hanya secara offline saja, namun juga online. Kiriman ayam hias ke berbagai daerah pun kia banyak dilakukan oleh permata farm.


Jenis ayam hias antara lain poland, pelung, ketawa, bekisar, kate, serama, tema (silangan kate-serama), brahma, black Sumatra, mutiara dan ring neck. Bahkan beberapa jenis ayam import secara berkala bisa datang atau dikirim ke Indonesia. Selain itu ayam yang berhasil ditangkarkan di suatu daerah, biasa dipesan hobiis maupun pelaku jual-beli ayam hias dari berbagai daerah.


“Jadi pelaku jual-beli ayam hias, saat ini tak hanya berkutat di pasar ataupun di rumah saja untuk memasarkan. Tapi juga perlu menggunakan teknologi internet, misalnya memanfaatkan beberapa media sosial,” ungkap hobiis dan pelaku jual-beli ayam hias asal permata berlian sungai sapih. (AdF/FW)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.lenterasumbar.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Liza Marlina