Debt Collector Dibunuh, Polisi Buru Pemimpin Komunitas Rahasia Ngo Seik Kee



LENTERASUMBAR.COM - Polisi Johor memburu pemimpin Ngo Seik Kee (Lima Warna), komunitas rahasia yang diduga sebagai dalang pembunuhanseorang debt collector atau repossessor mobil di wilayah tersebut, belum lama ini.


Kepala Kepolisian Negara Bagian Johor Malaysia, Komisaris Jenderal Ayob Khan Mydin Pitchay menuturkan, sejauh ini sudah ada 12 anggota Ngo Seik Kee yang ditangkap dan didakwa melakukan pembunuhan. Mereka berusia antara 17 dan 31 tahun.


Investigasi sejauh ini mengungkapkan, korban adalah bagian dari kelompok rahasia yang berbeda dengan Ngo Seik Kee, yang berasal dari Selangor. “Korban datang ke sini (Johor) untuk mengambil mobil (yang gagal bayaroleh debitur). Mobil itu juga diincar oleh anggota Ngo Seik Kee,” kata Ayob pada konferensi pers di Markas Kepolisian Johor, Kamis (31/12/2020), dikutip The Star.


Dia mengatakan, pemimpin Ngo Seik Kee, yang diidentifikasi sebagai Tan Kim Boon (36), tercatat sebagai warga Batu Pahat—daerah yang menjadi basis kelompok itu di Johor sejak dekade1980-an. Ayob mengungkapkan, banyak anggota komunitas rahasia yang bekerja sebagai repossessor mobil.


Geng-geng itu mendapat keuntungan dengan mengambil paksa mobil ketika sang pemilik (debitur) gagal membayar cicilan kreditnya. Namun, alih-alih mengembalikan kendaraan ke lembaga keuangan yang berhak menguasainya, kendaraan itu justru mereka jual lagi kepada pihak ketiga dengan harga lebih murah.


Pembeli kendaraan gagal bayar ini harus menyicil angsuran bulanan kepada komunitas atau perkumpulan rahasia tadi. “Mobil tersebut akan ditempeli stiker sebagai pengingat bahwa kendaraan itu tidak boleh meninggalkan negara bagian (Johor),” kata Ayob.


“Kami yakin, korban memasuki wilayah Ngo Seik Kee untuk mengambil mobil dan ini membuat mereka marah,” ucapnya.


Ayob memperingatkan, polisi akan mengambil tindakan tegas terhadap komunitas atau perkumpulan rahasia di Johor dalam waktu dekat. Ini karena geng-geng itu juga secara aktif terlibat dalam perdagangan narkoba.


Dia mengatakan polisi sejauh ini telah mengidentifikasi delapan komunitas rahasia yang aktif di Johor. Total anggota mereka mencapai 483 orang di seluruh negara bagian itu.


Korban, seorang pria berusia 34 tahun, ditemukan tewas dengan luka tusuk di selokan di North-South Expressway dekat kawasan Sedenak di Johor, Minggu (20/12/2020). Sebelum kematiannya, korban dan seorang rekannya diketahui mengambil alih sebuah Toyota Vellfire di Johor dan sedang dalam perjalanan kembali ke Kuala Lumpur dengan kendaraan yang sama ketika mereka dicegat oleh dua kendaraan lain.


Jenazah korban ditinggalkan di lokasi kejadian, sedangkan temannya berhasil melarikan diri.


Source: iNews.id

Posting Komentar

0 Komentar