LENTERASUMBAR - Mengenal Mudawar, S.I.P, atau yang akrab dipanggil Mudawar Wartawan, berarti melihat potret kegigihan seorang anak nagari dalam melawan keterbatasan. Lahir di Matur pada 10 Juli 1975, beliau merupakan putra dari pasangan Almarhum Rasyad dan Anan.
Perjalanan pendidikan penuh dengan lika-liku. Sempat terhenti karena keterbatasan biaya dan harus turun ke sawah mengikuti jejak ayahnya, namun semangat untuk belajar tak pernah padam. Meski rintangan datang bertubi-tubi, termasuk kepergian ayahanda tercinta saat ia baru memulai bangku SMP, Mudawar membuktikan ketangguhannya dengan berhasil menamatkan sekolah sebagai Juara Umum II.
Masa mudanya diwarnai dengan pengalaman pahit di perantauan, mulai dari Tanjungpinang sampai ke Pulau Batam, Kepulauan Riau hingga menghadapi krisis ekonomi 1998 dengan bermodalkan ijazah SMP. Namun, kepulangan ke tanah kelahiran pada akhir 1999 menjadi titik balik pengabdian yang luar biasa.
Mudawar memulai langkah baru sebagai penyuluh agama dan pengelola TPA/TPSA sejak tahun 2000-an. Semangat belajar yang membara membawanya menempuh ujian paket C, hingga akhirnya meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P) dari Universitas Terbuka pada tahun 2023. Karier Mudawar pun bertransformasi dari seorang jurnalis yang vokal hingga menjadi ASN di lingkungan Kementerian Agama yang kini bertugas di KUA Kecamatan V Koto Kampung Dalam.
Latar belakangnya sebagai wartawan selama 11 tahun (2004-2015) lahir dari kegelisahan terhadap ketidakadilan yang disaksikan diperantauan. Melalui goresan pena, ia berupaya menciptakan keseimbangan sosial bagi masyarakat kecil.
Pengalaman jurnalistik ini kemudian berpadu selaras dengan pengalaman birokrasi pemerintahan yang telah ia jalani selama 22 tahun. Perpaduan antara ketajaman analisis media dan pemahaman mendalam tentang administrasi negara inilah yang menjadi modal utama Mudawar untuk membawa perubahan di Nagari Sikucua Timur.
Kini, Mudawar, S.I.P, melangkah maju dengan visi mewujudkan Nagari Sikucua Timur yang madani, bersatu, serta maju dalam pendidikan, agama, dan ekonomi.
Iaberkomitmen menghadirkan pemerintahan yang bersih dan transparan, sekaligus mengoptimalkan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat dengan slogan "MAJU UNTUK KEPENTINGAN MASYARAKAT, BUKAN UNTUK PRIBADI".
Bagi masyarakat, pencalonannya adalah sebuah ikhtiar untuk membawa ilmu pemerintahan yang dimiliki kembali ke akar rumput, demi menciptakan keadilan dan kemajuan yang berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. (***)

0 Komentar