Banjir Ancam Lahan Produksi, Warga Gunung Tuleh Sampaikan Aspirasi kepada Ali Muda

  


Pasaman Barat — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, SH, melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat dengan meninjau kondisi jalan dan sungai pascabanjir, Jumat (21/8/2026).


Peninjauan dilakukan bersama Bapak Jorong Siligawan Kecil di Nagari Ranah Sungai Magelang, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat. Dalam kunjungan tersebut, Ali Muda melihat secara langsung kondisi sejumlah titik yang terdampak banjir, termasuk kerusakan jalan serta kondisi aliran sungai.


Dalam kesempatan itu, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan terkait dampak banjir yang terjadi ketika hujan lebat. Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian warga adalah terjadinya genangan dan banjir yang mengancam lahan produksi masyarakat.


Warga berharap adanya solusi yang lebih permanen agar ketika hujan dengan intensitas tinggi, air tidak kembali meluap dan menggenangi lahan produksi. 


Menurut masyarakat, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian terhadap hasil pertanian dan perekonomian masyarakat.


Selain persoalan banjir, masyarakat juga meminta perhatian terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir. Kerusakan infrastruktur tersebut dinilai menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam mengangkut hasil produksi dari lahan menuju permukiman maupun pusat ekonomi.


Ali Muda menegaskan, aspirasi masyarakat tersebut akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD Sumatera Barat sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan.


Menurutnya, persoalan banjir tidak cukup hanya ditangani setelah terjadi bencana. Diperlukan langkah penanganan yang lebih komprehensif, terutama terkait kondisi aliran sungai, drainase, serta infrastruktur jalan yang terdampak.


“Harapan masyarakat tentu harus kita tindak lanjuti. Kita akan melihat apa yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan apa yang perlu dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten maupun instansi terkait,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi masyarakat dan perangkat jorong yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung. Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat penting untuk memastikan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. (**)

Posting Komentar

0 Komentar