Pemko Padang Rehabilitasi Drainase Tabing Banda Gadang, Tekan Risiko Genangan dan Banjir

 



PADANG — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pemulihan dan penguatan infrastruktur pascabencana banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah pada 3 Agustus 2026 lalu.


Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah rehabilitasi sistem drainase di Kawasan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo. Pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui Rehabilitasi Drainase Paket 11 sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pengendalian dan pengelolaan aliran air di kawasan permukiman.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan rehabilitasi infrastruktur tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi, tetapi juga memastikan fasilitas publik memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana maupun kondisi cuaca ekstrem di masa mendatang.


"Tugas kita bukan sekadar membangun kembali apa yang rusak, melainkan memastikan bahwa infrastruktur, ekonomi, dan kehidupan sosial warga terbangun lebih baik. Apalagi tanggal 3 Agustus kemarin kita baru saja diuji kembali dengan bencana banjir, kita tetap berkolaborasi dengan berbagai pihak dan bertahap akan kita perbaiki satu-persatu sesuai kewenangan Pemerintah Kota Padang," ujar Malvi Hendri.


Menurutnya, penanganan infrastruktur pascabanjir membutuhkan langkah yang terencana dan dilakukan secara bertahap. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga berupaya memastikan infrastruktur yang dibangun maupun direhabilitasi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


Rehabilitasi Drainase Paket 11

Rehabilitasi Drainase Paket 11 yang berlokasi di Kawasan Tabing Banda Gadang tersebut bersumber dari APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026.


Berdasarkan data pekerjaan, nilai kontrak rehabilitasi drainase tersebut mencapai Rp5.956.144.495 dengan Nomor Kontrak 69/KONT-SDA/TKD-DAU/PUPR/2026.


Pekerjaan fisik dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana CV Teguh Satria Perkasa, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 132 hari kalender.


Pelaksanaan pekerjaan ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Padang dalam membenahi sistem drainase, terutama pada kawasan yang membutuhkan peningkatan kapasitas dan fungsi saluran untuk mendukung kelancaran aliran air.


Kondisi drainase yang berfungsi optimal dinilai penting dalam mengantisipasi terjadinya genangan, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Karena itu, rehabilitasi saluran tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko banjir di kawasan perkotaan.


Tekan Potensi Genangan


Kawasan Tabing Banda Gadang merupakan salah satu wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur drainase yang memadai. Dengan adanya rehabilitasi tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap sistem aliran air di kawasan tersebut dapat kembali berfungsi secara optimal.


Perbaikan drainase diharapkan mampu meningkatkan kelancaran aliran air dan mengurangi potensi terjadinya genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi.


Malvi Hendri menegaskan, penanganan persoalan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kewenangan pemerintah daerah dan dengan mempertimbangkan skala prioritas serta kondisi di lapangan.


Pemko Padang juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya pemulihan pascabencana. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan dampak banjir dapat dilakukan secara lebih efektif, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.


"Tugas kita bukan sekadar membangun kembali apa yang rusak, melainkan memastikan bahwa infrastruktur, ekonomi, dan kehidupan sosial warga terbangun lebih baik," tegasnya.


Bagian dari Penguatan Infrastruktur Kota


Rehabilitasi Drainase Paket 11 di Tabing Banda Gadang menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Padang untuk memperkuat infrastruktur dasar perkotaan.


Pembangunan dan rehabilitasi drainase memiliki peran strategis dalam mendukung sistem pengendalian air di kawasan perkotaan. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu komponen penting untuk mengalirkan air secara terarah sehingga dapat meminimalisir dampak genangan terhadap permukiman dan aktivitas warga.


Melalui pekerjaan yang tengah berjalan, Pemko Padang berharap manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan.


Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga fungsi drainase. Saluran yang telah dibangun maupun direhabilitasi perlu dijaga bersama agar tidak mengalami penyumbatan akibat sampah maupun aktivitas lain yang dapat menghambat aliran air.


Dengan rehabilitasi tersebut, Pemerintah Kota Padang menargetkan sistem drainase di Kawasan Tabing Banda Gadang dapat berfungsi lebih baik dan mampu mendukung upaya pengurangan risiko genangan serta banjir di masa mendatang.


Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemko Padang untuk terus memperbaiki infrastruktur secara bertahap, terutama pada wilayah yang membutuhkan penanganan dan penguatan pascabencana. (**)

Posting Komentar

0 Komentar