LENTERASUMBAR - Polres Dharmasraya terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kejahatan di wilayah hukum yang memiliki posisi strategis sebagai jalur perlintasan antardaerah.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema optimalisasi penanggulangan kejahatan di jalur lintas guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah.
Kegiatan FGD tersebut dilaksanakan di Aula Cafe Saya Polres Dharmasraya, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan menghadirkan Kompol Andri Nugroho Saputro, S.E., S.I.K., M.M., sebagai narasumber.
FGD diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, hingga tokoh masyarakat.
Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan persepsi serta merumuskan langkah bersama menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sepanjang jalur lintas.
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Dharmasraya M. Rizky Cholid, S.I.K., hadir mewakili Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H.
Kompol Andri Nugroho Saputro dalam pemaparannya membahas tema “Optimalisasi Penanggulangan Kejahatan di Jalur Lintas Guna Mendukung Kelancaran Ekonomi Masyarakat Dalam Rangka Mendukung Pembangunan Daerah.”
Menurutnya, Kabupaten Dharmasraya memiliki posisi yang sangat strategis karena dilalui Jalan Lintas Sumatera. Jalur tersebut tidak hanya menjadi akses utama mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan penting sebagai jalur distribusi berbagai barang dan jasa.
Kondisi tersebut membuat keamanan dan kelancaran arus lalu lintas menjadi faktor yang sangat penting.
Gangguan keamanan di jalur lintas berpotensi menimbulkan dampak lebih luas, bukan hanya terhadap rasa aman masyarakat, tetapi juga terhadap aktivitas perdagangan, distribusi barang, transportasi, dan roda perekonomian daerah.
Karena itu, penanggulangan kejahatan di jalur lintas tidak dapat hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum setelah terjadinya tindak pidana.
Diperlukan langkah pencegahan yang dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD tersebut memiliki tujuan penting dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antarlembaga dalam menjaga keamanan di wilayah Dharmasraya.
“FGD ini menjadi ruang bersama untuk membangun kesamaan persepsi dan menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, khususnya di jalur lintas. Kita ingin setiap persoalan dapat diantisipasi sedini mungkin melalui kerja sama yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar AKBP Kartyana.
Ia menegaskan, keamanan jalur lintas memiliki hubungan erat dengan kelancaran aktivitas masyarakat.
Ketika situasi keamanan dan ketertiban terjaga, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, sementara distribusi barang dan jasa dapat berlangsung secara lancar.
“Keamanan merupakan salah satu fondasi penting bagi bergeraknya perekonomian masyarakat. Karena itu, menjaga jalur lintas agar tetap aman dan kondusif bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Kapolres juga menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam menghadapi potensi tindak kriminalitas.
Menurutnya, pemetaan wilayah rawan, peningkatan kegiatan patroli, penguatan peran personel di lapangan, serta komunikasi dengan masyarakat merupakan bagian yang harus terus ditingkatkan.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait juga dinilai penting untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dapat menjadi faktor pendukung munculnya gangguan keamanan.
“Harapan kami, melalui forum seperti ini akan lahir berbagai masukan dan solusi yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan. Setiap informasi dan masukan dari peserta sangat penting untuk memperkuat strategi kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tutur AKBP Kartyana.
Lebih lanjut, ia berharap sinergitas yang telah terbangun tidak berhenti pada pelaksanaan FGD, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan langkah konkret di lapangan.
Menurutnya, tantangan keamanan di wilayah jalur lintas akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.
Oleh sebab itu, pola penanganan keamanan juga harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi.
“Yang kita bangun bukan hanya respons ketika terjadi kejahatan, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencegah kejahatan itu terjadi. Dengan deteksi dini, komunikasi yang baik, patroli yang tepat sasaran, serta partisipasi masyarakat, potensi gangguan keamanan dapat ditekan,” jelasnya.
Kapolres menambahkan bahwa masyarakat juga memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Informasi dari masyarakat mengenai potensi gangguan kamtibmas dapat menjadi bahan penting bagi kepolisian dalam melakukan langkah pencegahan maupun penanganan.
Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat Dharmasraya agar tidak ragu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Semakin kuat komunikasi antara masyarakat dan kepolisian, semakin cepat pula potensi gangguan dapat kita antisipasi,” ungkapnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, situasi keamanan yang kondusif menjadi salah satu prasyarat penting. Jalur Lintas Sumatera yang melintasi Dharmasraya memiliki fungsi strategis dalam mendukung mobilitas orang dan barang.
Karena itu, keamanan di sepanjang jalur tersebut harus mendapatkan perhatian secara berkelanjutan.
Melalui FGD tersebut, Polres Dharmasraya juga mendorong agar seluruh unsur terkait dapat meningkatkan koordinasi dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan berbagai bentuk kejahatan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah strategis yang dapat diterapkan sesuai kondisi di wilayah hukum Polres Dharmasraya.
Dengan demikian, upaya menjaga keamanan dapat berjalan beriringan dengan upaya pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan daerah.
AKBP Kartyana menegaskan, Polres Dharmasraya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengamanan, serta penegakan hukum secara profesional dan humanis.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat. Harapan kami, Dharmasraya tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat beraktivitas, menjalankan usaha, serta mendukung pembangunan daerah tanpa adanya rasa khawatir terhadap gangguan keamanan,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat, dan masyarakat secara luas, upaya menciptakan keamanan di jalur lintas diharapkan semakin optimal.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan dampak positif terhadap kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Dharmasraya. (Ijha)

0 Komentar