LENTERASUMBAR — Polres Dharmasraya terus memperkuat strategi pencegahan dan penanggulangan kejahatan di sepanjang Jalur Lintas Sumatera. Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan Kompol Andri Nugroho Saputro, S.E., S.I.K., M.M., sebagai narasumber, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Cafe Saya Polres Dharmasraya tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta tokoh masyarakat.
FGD tersebut mengangkat pembahasan mengenai optimalisasi penanggulangan kejahatan di Jalur Lintas Sumatera guna mendukung kelancaran ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah Polres Dharmasraya dalam membangun kesamaan persepsi sekaligus memperkuat sinergitas lintas sektor dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Kompol Andri Nugroho yang merupakan peserta didik Sespimmen Dikreg ke-67 TA 2026, dalam pemaparannya menekankan bahwa posisi Kabupaten Dharmasraya yang dilintasi Jalur Lintas Sumatera memiliki konsekuensi terhadap aspek keamanan.
Jalur tersebut menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi berbagai kebutuhan dan komoditas. Tingginya aktivitas masyarakat dan kendaraan yang melintas membuat aspek keamanan di sepanjang jalur tersebut perlu mendapatkan perhatian secara berkelanjutan.
Menurutnya, gangguan keamanan di jalur lintas bukan hanya berpotensi merugikan masyarakat secara langsung, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kelancaran transportasi, distribusi barang dan jasa, serta aktivitas perekonomian masyarakat.
Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam FGD tersebut, Kompol Andri menyoroti pentingnya pencegahan terhadap berbagai bentuk gangguan keamanan, di antaranya pencurian, pencurian dengan pemberatan (curanmor), premanisme, pungutan liar (pungli), serta berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya yang berpotensi terjadi di sepanjang jalur lintas.
Upaya penanggulangan, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah kejahatan terjadi. Diperlukan strategi pencegahan melalui pemetaan wilayah rawan, peningkatan patroli, deteksi dini, penguatan komunikasi dengan masyarakat, serta koordinasi antarlembaga.
Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Salah satu poin penting yang dibahas dalam FGD adalah perlunya penguatan koordinasi antara Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diperlukan karena persoalan keamanan di jalur lintas memiliki dimensi yang cukup luas. Selain menyangkut penegakan hukum, keamanan juga berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat, kelancaran lalu lintas, aktivitas ekonomi, hingga keberadaan fasilitas umum di sepanjang jalur perlintasan.
Dengan adanya koordinasi yang baik, berbagai potensi gangguan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Polres Dharmasraya juga mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat dari situasi kamtibmas yang kondusif, tetapi turut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan.
Informasi masyarakat mengenai aktivitas atau situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dinilai menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung deteksi dini kepolisian.
Kapolres: Keamanan Jalur Lintas Dukung Ekonomi Masyarakat
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menyampaikan bahwa FGD tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Dharmasraya mencari solusi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di wilayah jalur lintas.
Ia menilai keamanan dan kelancaran jalur transportasi memiliki hubungan erat dengan kehidupan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan FGD ini kita laksanakan untuk membangun kesamaan persepsi dan menyatukan langkah seluruh stakeholder dalam upaya mencegah serta menanggulangi berbagai bentuk kejahatan di jalur lintas. Kita ingin menciptakan sistem keamanan yang lebih kuat, terpadu dan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar AKBP Kartyana.
Menurutnya, keberadaan Jalur Lintas Sumatera di Kabupaten Dharmasraya memiliki arti strategis bagi masyarakat dan daerah.
Jalur tersebut menjadi bagian penting dari mobilitas orang maupun distribusi barang dan jasa.
Karena itu, keamanan di jalur lintas harus dijaga bersama agar aktivitas masyarakat dan perekonomian dapat berjalan tanpa terganggu oleh berbagai bentuk kejahatan maupun gangguan kamtibmas.
“Jalur lintas merupakan urat nadi mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi. Kalau keamanan dan kelancaran jalur ini terganggu, tentu dampaknya dapat dirasakan masyarakat secara luas. Karena itu, pencegahan kejahatan di jalur lintas harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Kapolres menegaskan, Polres Dharmasraya akan terus meningkatkan kegiatan preventif dan preemtif, termasuk patroli pada lokasi yang dinilai rawan, pemetaan potensi gangguan, serta memperkuat peran personel di lapangan.
Di sisi lain, pendekatan kepada masyarakat juga akan terus dilakukan. Menurutnya, hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat akan mempermudah pertukaran informasi serta mempercepat penanganan apabila muncul potensi gangguan keamanan.
“Kami tidak ingin pola penanganan hanya bersifat reaktif setelah tindak pidana terjadi. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu melakukan pencegahan dan deteksi dini. Untuk itu, komunikasi dengan masyarakat harus terus diperkuat,” jelasnya.
Polisi Dorong Partisipasi Masyarakat
AKBP Kartyana juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing, khususnya masyarakat yang berada di sepanjang Jalur Lintas Sumatera.
Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Peran masyarakat, pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait sangat dibutuhkan untuk membangun sistem keamanan yang lebih komprehensif.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Polri memiliki tugas menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi dukungan masyarakat dan seluruh stakeholder sangat menentukan keberhasilan upaya tersebut. Kami mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi dan bersama-sama menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Ia berharap FGD tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan di lapangan.
Berbagai masukan dari peserta, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan strategi pengamanan di wilayah hukum Polres Dharmasraya.
“Harapan kami, hasil diskusi ini dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata. Kita ingin ada sinergi yang lebih kuat, patroli dan pencegahan yang lebih tepat sasaran, serta respons yang semakin cepat terhadap setiap potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Dukung Pembangunan Daerah
Lebih jauh, Kapolres menilai keamanan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah. Lingkungan yang aman akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas dan menjalankan kegiatan ekonomi.
Sebaliknya, apabila gangguan keamanan tidak ditangani secara optimal, kondisi tersebut dapat menghambat aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.
Oleh sebab itu, Polres Dharmasraya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif sehingga program pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik.
“Target akhirnya tentu bukan hanya menekan angka kejahatan, tetapi bagaimana masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya. Ketika masyarakat aman, distribusi barang lancar, aktivitas ekonomi berjalan, maka pembangunan daerah juga dapat bergerak dengan lebih baik,” tutur AKBP Kartyana.
Ia menambahkan, pola penanggulangan kejahatan ke depan harus semakin adaptif dengan perkembangan situasi di lapangan. Potensi gangguan keamanan dapat muncul dengan berbagai bentuk sehingga diperlukan kemampuan membaca situasi serta koordinasi yang cepat.
Untuk itu, Polres Dharmasraya akan terus melakukan evaluasi terhadap pola pengamanan yang telah berjalan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuan personel. Prinsipnya, Polres Dharmasraya siap hadir memberikan perlindungan, pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat secara profesional dan humanis,” tegasnya.
Hasilkan Langkah Konkret
Pelaksanaan FGD bersama Kompol Andri Nugroho tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan di Jalur Lintas Sumatera.
Dengan melibatkan sekitar 50 peserta dari berbagai unsur, forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan pandangan mengenai persoalan keamanan sekaligus membangun pola koordinasi yang lebih efektif.
Polres Dharmasraya berharap sinergitas yang terbangun antara aparat keamanan, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Ke depan, berbagai upaya pencegahan terhadap pencurian, curanmor, premanisme, pungli dan gangguan kamtibmas lainnya diharapkan dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkesinambungan.
Kapolres kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga wilayah hukum Polres Dharmasraya tetap aman dan kondusif.
“Kami ingin Dharmasraya menjadi daerah yang aman bagi masyarakat, aman bagi pelaku usaha, aman bagi pengguna jalan, dan aman bagi seluruh aktivitas ekonomi. Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan kerja bersama dan komitmen semua pihak. Polres Dharmasraya siap bersinergi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas AKBP Kartyana.
Melalui penguatan sinergi tersebut, upaya penanggulangan kejahatan di jalur lintas diharapkan tidak hanya berdampak terhadap peningkatan keamanan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kelancaran aktivitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta percepatan pembangunan Kabupaten Dharmasraya. (Ijha)

0 Komentar