PESISIR SELATAN — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Doni Hasriva Yandra, S.IP., ME, memanfaatkan kegiatan reses masa persidangan ketiga tahun 2025/2026 untuk turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 2 Batang Kapas, Jumat (21/8/2026), sekaligus dilanjutkan dengan peninjauan kondisi Batang Sungai Tuik yang selama ini menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi menimbulkan banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.
Doni Hasriva Yandra yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Sumatera Barat, disambut Kepala SMAN 2 Batang Kapas, majelis guru, siswa-siswi, Ketua Komite Sekolah beserta anggota komite.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Sejumlah persoalan yang disampaikan di antaranya kebutuhan sarana dan prasarana, dukungan terhadap kegiatan siswa serta berbagai upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan menunjang prestasi peserta didik.
Menurut Doni, kegiatan reses bukan sekadar agenda rutin anggota DPRD, tetapi menjadi kesempatan untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk turun langsung, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan tentu akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujar Doni.
Sebagai Ketua Komisi IV yang salah satu ruang lingkupnya berkaitan dengan sektor pendidikan, Doni menilai peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama.
Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai nilai akademik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan kepemimpinan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Doni juga memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas organisasi kesiswaan di SMAN 2 Batang Kapas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan siswa, Doni menyampaikan kebijakan pembebasan uang komite bagi Ketua OSIS SMAN 2 Batang Kapas.
Ia berharap perhatian tersebut dapat menjadi motivasi bagi Ketua OSIS untuk menjalankan amanah dengan baik sekaligus mendorong siswa lainnya agar aktif dalam kegiatan positif di sekolah.
“Ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan kami. Mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bagi Ketua OSIS untuk terus aktif, berprestasi dan menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya,” ungkapnya.
Kepada para siswa, Doni juga berpesan agar memanfaatkan masa sekolah sebaik mungkin dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan serta aktif dalam berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, generasi muda Pesisir Selatan ke depan tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter kuat, kepedulian sosial dan jiwa kepemimpinan.
Setelah berdialog dengan pihak sekolah, Doni melanjutkan kegiatan reses dengan meninjau langsung Batang Sungai Tuik.
Peninjauan dilakukan bersama Wali Nagari, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta warga setempat. Dalam kunjungan tersebut, Doni melihat langsung kondisi aliran sungai sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat mengenai potensi banjir yang mengancam permukiman warga di sekitar bantaran sungai.
Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Batang Sungai Tuik, terutama melalui langkah normalisasi sungai.
Menurut warga, kondisi aliran sungai perlu mendapatkan penanganan agar aliran air lebih lancar dan risiko luapan sungai dapat diminimalisir ketika terjadi hujan deras.
Doni mengatakan, persoalan tersebut perlu dilihat secara langsung agar aspirasi masyarakat dapat dipahami berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Kita melihat langsung kondisi Batang Sungai Tuik. Masyarakat menyampaikan bahwa kawasan ini rawan banjir dan berharap dilakukan normalisasi. Ini tentu menjadi aspirasi yang akan kami catat dan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran yang ada,” katanya.
Ia menilai penanganan persoalan banjir membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah nagari, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.
“Persoalan seperti ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan komunikasi dan sinergi agar penanganannya benar-benar memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat,” tambah Doni.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Doni Hasriva Yandra untuk menjadikan reses sebagai ruang komunikasi langsung dengan masyarakat.
Tidak hanya mendengarkan aspirasi di bidang pendidikan, ia juga turun melihat persoalan infrastruktur dan lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan melihat kondisi di lapangan secara langsung, Doni berharap berbagai aspirasi tersebut dapat menjadi bahan perjuangan di lembaga DPRD Provinsi Sumatera Barat, tentunya disesuaikan dengan kewenangan, skala prioritas dan kemampuan anggaran pemerintah.
Reses di Batang Kapas itu pun menjadi gambaran bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat tidak hanya sebatas mendengar keluhan, tetapi juga melihat langsung kondisi yang menjadi persoalan warga serta mencari ruang untuk mendorong penyelesaiannya. (**)

0 Komentar