Kebakaran Lahan di Bukit Labuah Balipek Gurun Berhasil Dipadamkan, Kodim 0306/50 Kota Imbau Masyarakat Tingkatkan Kepedulian

  


LIMA PULUH KOTA – Kebakaran lahan terjadi di kawasan Bukit Labuah Balipek, Jorong Gurun, Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sabtu (5/9/2026) malam. Berkat kesigapan masyarakat serta koordinasi lintas instansi, api yang membakar lahan kosong tersebut akhirnya berhasil dipadamkan dan dikendalikan.


Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 19.35 WIB. Kobaran api pertama kali diketahui oleh warga yang melihat kepulan asap tebal muncul dari kawasan perbukitan Bukit Labuah Balipek.


Melihat kondisi tersebut, warga segera mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian kepada perangkat nagari. Informasi kemudian diteruskan kepada Babinsa Koramil 05/Harau untuk dilakukan penanganan awal serta koordinasi dengan instansi terkait.


Penanganan kebakaran selanjutnya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur Damkar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota.


Sekitar pukul 20.15 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran bersama satu unit kendaraan BPBD tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman terhadap titik-titik api yang masih menyala di kawasan lahan tersebut.


Setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.


Langkah pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran lahan, terutama untuk memastikan seluruh titik panas benar-benar padam dan tidak kembali menyala setelah petugas meninggalkan lokasi.


Lahan Kosong Seluas 0,5 Hektare Terbakar


Berdasarkan informasi yang diperoleh, lahan yang terbakar merupakan lahan kosong milik seorang warga bernama Udin Saki. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare.


Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami cedera dalam peristiwa tersebut. Api juga berhasil dikendalikan sebelum meluas ke kawasan lain yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar.


Koordinasi antara masyarakat, perangkat nagari, Babinsa, Damkar dan BPBD dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kejadian tersebut.


Kehadiran aparat teritorial melalui Babinsa juga merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah dan membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan maupun kejadian yang membutuhkan penanganan cepat.


Komandan Kodim 0306/50 Kota, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak cepat dalam menangani kebakaran lahan tersebut.


Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan seluruh unsur terkait sangat penting dalam menghadapi setiap potensi bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.


“Kami mengapresiasi kesigapan  masyarakat yang segera melaporkan kejadian ini, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses penanganan dan pemadaman. Kecepatan informasi dan koordinasi di lapangan sangat menentukan agar sebuah kejadian tidak berkembang menjadi lebih besar,” ujar Letkol Inf Adi Nofriadi Nata.


Pentingnya Deteksi dan Penanganan Dini


Dandim menjelaskan bahwa maksud dan tujuan keterlibatan jajaran Kodim 0306/50 Kota, khususnya melalui aparat kewilayahan dan Babinsa, adalah untuk memastikan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat dapat segera diketahui dan ditangani melalui koordinasi bersama instansi terkait.


Menurutnya, Babinsa sebagai aparat teritorial memiliki peran penting dalam melakukan komunikasi, pemantauan serta membantu masyarakat di wilayah binaannya, termasuk ketika terjadi bencana alam maupun kejadian lainnya.


“Tujuan utama kita adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan adanya respons cepat terhadap setiap kejadian di wilayah. Dalam penanganan kebakaran seperti ini, tentu diperlukan kerja sama dan koordinasi seluruh pihak, karena keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.


Ia menambahkan, upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama. Kebakaran lahan, apabila tidak segera diketahui dan ditangani, berpotensi meluas dan memberikan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat di sekitar lokasi.


Untuk itu, Dandim mengajak masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, terutama selama cuaca panas dan kondisi lahan yang mudah terbakar.


Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api di kawasan lahan, perkebunan maupun perbukitan.


Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan


Letkol Inf Adi Nofriadi Nata mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.


Menurutnya, api yang awalnya terlihat kecil dapat dengan cepat meluas, terutama ketika dipengaruhi kondisi angin, vegetasi kering serta sulitnya akses menuju lokasi kebakaran.


“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila melihat adanya titik api maupun kepulan asap yang mencurigakan,” tegasnya.


Ia mengatakan, partisipasi masyarakat dalam melakukan deteksi dini sangat dibutuhkan. Informasi awal dari masyarakat dapat membantu petugas mengambil langkah cepat sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas.


Dandim juga meminta masyarakat untuk tidak menganggap remeh munculnya api di kawasan perbukitan dan lahan kosong.

Sebab, karakteristik wilayah tertentu yang memiliki vegetasi kering dapat menyebabkan api cepat merambat. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan koordinasi yang baik.


Kodim Dorong Penguatan Sinergi Penanggulangan Bencana


Menurut Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Damkar, pemerintah nagari hingga masyarakat.


Sinergi tersebut harus terus diperkuat, baik dalam tahap pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan saat kejadian maupun pemulihan setelah terjadinya bencana.


“Harapan kami, masyarakat semakin memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dan memahami langkah-langkah pencegahan bencana. Kami juga berharap koordinasi antara seluruh unsur di daerah dapat terus terjaga sehingga setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, tepat dan terpadu,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap penanganan kejadian di wilayah.

Karena itu, jajaran Kodim 0306/50 Kota akan terus mendukung upaya pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait dalam menjaga keamanan wilayah serta membantu masyarakat menghadapi berbagai situasi darurat.


Api Berhasil Dikendalikan, Situasi Kembali Aman


Setelah proses pemadaman dan pendinginan dilakukan, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan kembali aman dan terkendali.


Petugas memastikan tidak ada lagi titik api aktif yang dapat memicu kebakaran susulan. Pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali bara api.


Tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut menjadi hal yang patut disyukuri. Meski demikian, kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.


Dandim 0306/50 Kota berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.


“Harapan kami ke depan adalah tidak terjadi lagi kebakaran yang dapat merugikan masyarakat maupun merusak lingkungan. Mari kita bangun kepedulian bersama, saling mengingatkan dan segera mengambil tindakan apabila menemukan potensi kebakaran. Dengan kebersamaan, deteksi dini dan respons cepat, kita dapat meminimalkan dampak dari setiap kejadian,” pungkas Letkol Inf Adi Nofriadi Nata.


Peristiwa kebakaran lahan di Bukit Labuah Balipek tersebut menunjukkan pentingnya peran masyarakat sebagai pihak pertama yang mengetahui kondisi di lingkungan sekitar. 


Laporan cepat yang diteruskan melalui perangkat nagari dan aparat kewilayahan menjadi langkah awal yang memungkinkan penanganan dilakukan secara terkoordinasi.


Dengan terjalinnya sinergi antara masyarakat, TNI, pemerintah daerah, Damkar dan BPBD, setiap potensi bencana diharapkan dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif demi menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Lima Puluh Kota. (**)

Posting Komentar

0 Komentar