Satgas Karhutla Polres Dharmasraya Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan Seluas 1 Hektare



LENTERASUMBAR – Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Polres Dharmasraya bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang terjadi di Jorong Koto, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (4/9/2026).


Kebakaran tersebut diketahui setelah adanya titik panas atau hotspot yang terpantau melalui aplikasi Sipongi sekitar pukul 14.30 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Polres Dharmasraya langsung melakukan pengecekan dan mendatangi lokasi kejadian.


Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., bersama personel Satgas Karhutla turun langsung menuju lokasi untuk memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan mencegah api meluas ke kawasan lahan lainnya.


Setibanya di lokasi, personel Satgas Karhutla segera melakukan upaya pemadaman. Berkat respons cepat dan kerja sama personel di lapangan, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 15.50 WIB.


Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik seorang warga bernama Asean (45), yang berprofesi sebagai petani. Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.


Akibat kejadian tersebut, pemilik lahan diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp35 juta. Meski demikian, berkat kesigapan petugas, api tidak sempat meluas ke lahan maupun kawasan di sekitarnya.


Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., mengatakan bahwa penanganan cepat terhadap setiap informasi terkait kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen Polres Dharmasraya dalam mencegah terjadinya Karhutla yang lebih luas.


Menurutnya, setiap titik panas yang terdeteksi harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan. Hal tersebut penting dilakukan untuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar mengindikasikan adanya kebakaran dan seberapa besar potensi ancaman yang dapat ditimbulkan.


“Begitu kami menerima informasi adanya hotspot, kami langsung mengerahkan personel Satgas Karhutla untuk melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi. Tujuannya adalah agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar AKBP Kartyana.


Ia menegaskan, penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga menjadi bagian dari langkah pencegahan terhadap berbagai dampak yang mungkin muncul akibat kebakaran lahan.


Kebakaran hutan dan lahan, kata dia, dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, kerugian ekonomi masyarakat hingga terganggunya aktivitas sehari-hari.


Karena itu, Polres Dharmasraya terus meningkatkan kesiapsiagaan personel Satgas Karhutla, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca dan musim kemarau yang berpotensi menyebabkan lahan menjadi lebih mudah terbakar.


“Kami tidak ingin kebakaran kecil dibiarkan berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Prinsip kami adalah deteksi dini, respons cepat dan penanganan secara maksimal. Dengan begitu, potensi meluasnya kebakaran dapat dicegah sedini mungkin,” tegasnya.


Selain melakukan penanganan di lapangan, Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemilik dan pengelola lahan, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.


Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, terutama untuk membuka atau membersihkan area perkebunan dan pertanian. Sebab, kondisi lahan yang kering dapat menyebabkan api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya bisa sangat luas dan merugikan banyak pihak,” katanya.


AKBP Kartyana menambahkan, upaya pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, pemerintah nagari, perangkat kecamatan serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam menekan angka kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Dharmasraya.


“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Jika melihat adanya kebakaran atau asap yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat segera ditangani,” harapnya.


Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman. Dugaan sementara, api dipicu oleh kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau.


Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.

Polres Dharmasraya memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan Karhutla melalui berbagai sistem deteksi dini, termasuk pemantauan hotspot menggunakan aplikasi Sipongi.


Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan informasi awal kepada petugas sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.


Keberhasilan pemadaman kebakaran lahan di Jorong Koto, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung ini menjadi bukti kesiapsiagaan jajaran Satgas Karhutla Polres Dharmasraya dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.


Dengan respons cepat yang dilakukan, api berhasil dipadamkan hanya dalam waktu relatif singkat dan tidak sempat merambat ke area lahan lainnya.


Kapolres Dharmasraya berharap kejadian tersebut dapat menjadi perhatian bersama agar masyarakat semakin meningkatkan kepedulian terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.


“Harapan kami tentu tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Dharmasraya. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran masing-masing. Mari kita jaga lahan, lingkungan dan wilayah kita bersama-sama agar tetap aman, sehat dan terbebas dari bencana asap akibat Karhutla,” pungkas AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H. (Ijha)

Posting Komentar

0 Komentar