LENTERASUMBAR – Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., melaksanakan kegiatan Minggu Kasih di Gereja HKBP Jambak, Kabupaten Pasaman Barat, pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam mempererat hubungan dengan masyarakat, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif.
Kegiatan Minggu Kasih menjadi momentum bagi jajaran Polres Pasaman Barat untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan tempat ibadah, guna membangun komunikasi yang harmonis, mendengarkan aspirasi warga, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Kehadiran Kapolres Pasaman Barat di Gereja HKBP Jambak juga mencerminkan komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan secara adil dan tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan. Melalui pendekatan yang humanis, Polri terus berupaya membangun kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, toleransi dan sikap saling menghormati merupakan fondasi penting untuk mewujudkan lingkungan yang damai. Oleh karena itu, komunikasi dan silaturahmi antara kepolisian dengan tokoh agama serta umat beragama perlu terus dipelihara dan ditingkatkan.
Minggu Kasih, Wujud Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
Program Minggu Kasih merupakan salah satu sarana bagi Polri untuk membangun dialog secara langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kepolisian dapat mendengar berbagai masukan, saran, maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya membangun komunikasi, memberikan pelayanan, serta menciptakan rasa aman bagi seluruh warga.
Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Dengan terjalinnya komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dapat dibicarakan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
“Melalui kegiatan Minggu Kasih ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi serta masukan secara langsung, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan,” ujar Kapolres.
Ia menambahkan, pendekatan yang humanis dan komunikasi yang berkesinambungan diharapkan dapat menciptakan hubungan yang semakin erat antara kepolisian dengan masyarakat.
Perkuat Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama
Kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Perbedaan keyakinan hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang saling menghormati, bukan menjadi alasan untuk menimbulkan perpecahan.
Melalui kegiatan Minggu Kasih di Gereja HKBP Jambak, Polres Pasaman Barat mendorong terpeliharanya semangat toleransi, persaudaraan, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolres Pasaman Barat berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga keharmonisan yang telah terbangun, mengedepankan dialog apabila terdapat perbedaan pendapat, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi memecah belah persatuan.
“Kerukunan dan toleransi merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga sikap saling menghormati, memperkuat persaudaraan, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai penghalang untuk hidup berdampingan secara damai. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita dapat menjaga Pasaman Barat tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ungkapnya.
Menurutnya, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen warga sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kedamaian serta membangun kesadaran bersama untuk menjaga persatuan.
Lingkungan tempat ibadah juga memiliki peran strategis dalam menumbuhkan nilai moral, kepedulian sosial, dan semangat persaudaraan. Sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan aparat keamanan diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta mencegah munculnya konflik di tengah kehidupan bermasyarakat.
Bangun Komunikasi dan Kepercayaan Masyarakat
Selain mempererat hubungan antarumat beragama, kegiatan Minggu Kasih juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam membangun kepercayaan publik melalui pendekatan yang terbuka, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kapolres Pasaman Barat menilai bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk menyampaikan informasi, saran, maupun keluhan yang berkaitan dengan situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Dengan komunikasi yang terjalin secara baik, potensi gangguan kamtibmas dapat diketahui lebih dini dan ditangani secara tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Tujuan kami adalah membangun kedekatan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa aman, nyaman, dan tidak segan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kamtibmas. Polri tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” tutur Kapolres.
Ia juga berharap masyarakat dapat terus menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian sosial, serta bersama-sama mencegah berbagai tindakan yang dapat mengganggu ketenteraman umum.
Wujudkan Pasaman Barat yang Aman dan Kondusif
Kondisi keamanan yang kondusif merupakan modal penting dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, kehidupan beragama, serta pembangunan daerah. Karena itu, upaya menjaga keamanan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara aparat keamanan dan seluruh unsur masyarakat.
Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus mengedepankan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Kegiatan yang membangun komunikasi langsung seperti Minggu Kasih diharapkan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.
Kapolres AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi hubungan sosial, semangat toleransi, serta kesadaran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Harapan kami, melalui kegiatan Minggu Kasih ini, hubungan antara Polri dan masyarakat semakin dekat, rasa saling percaya semakin kuat, dan semangat toleransi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, memelihara kerukunan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Pasaman Barat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa terciptanya keamanan yang berkelanjutan membutuhkan kepedulian semua pihak. Dengan semangat kebersamaan, komunikasi yang terbuka, dan sikap saling menghargai, berbagai tantangan dalam menjaga ketertiban masyarakat diharapkan dapat dihadapi secara bersama-sama.
Perkuat Sinergi untuk Menjaga Persatuan
Pelaksanaan kegiatan Minggu Kasih di Gereja HKBP Jambak pada Minggu (25/10/2026) menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat lintas agama di Kabupaten Pasaman Barat.
Melalui pendekatan yang mengedepankan dialog dan kebersamaan, Polres Pasaman Barat diharapkan terus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Semangat toleransi, persaudaraan, serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi nilai penting yang perlu terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dapat berlangsung secara damai, aktivitas keagamaan berjalan dengan nyaman, dan situasi kamtibmas tetap terpelihara.
Polres Pasaman Barat berharap sinergi yang terbangun melalui kegiatan Minggu Kasih dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Kabupaten Pasaman Barat yang aman, harmonis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kebhinekaan. (Ijha)

0 Komentar