Padang, 1 November 2026 – Sebanyak 53 keluarga di Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kini memiliki peluang baru untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Padang, PT PLN (Persero) menghadirkan program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar dengan menyalurkan 53 unit kolam dan 42.400 ekor benih ikan kepada masyarakat di RW 02, RW 05, dan RW 06.
Program yang diresmikan oleh Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd., ini menjadi langkah nyata PLN dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan rumah. Dengan sarana budi daya yang tersedia, warga diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan usaha produktif untuk menambah penghasilan keluarga.
Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh satu unit kolam bundar berdiameter dua meter dengan tinggi 90 sentimeter, lengkap dengan instalasi pendukung, pakan, serta 800 ekor benih ikan yang terdiri atas 750 ekor ikan nila dan 50 ekor ikan mas. Secara keseluruhan, bantuan tersebut mencakup 39.750 ekor benih ikan nila dan 2.650 ekor benih ikan mas sebagai modal awal pengembangan usaha budi daya berbasis rumah tangga.
General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, menyampaikan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur dan keandalan penyaluran tenaga listrik, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang mampu membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi PLN, menghadirkan energi tidak hanya berarti menyalurkan listrik, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang. Melalui program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar ini, kami ingin mendorong keluarga penerima manfaat agar mampu mengoptimalkan potensi di lingkungan masing-masing menjadi kegiatan produktif yang bernilai ekonomi. Harapannya, bantuan ini dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Elvanto.
Elvanto menambahkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan manfaatnya secara berkesinambungan. Karena itu, sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan program memberikan dampak nyata dalam jangka panjang.
Sementara itu, Manager PLN UPT Padang, Teguh Dwi Rahmansyah, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam membangun sumber penghasilan tambahan melalui kegiatan budi daya ikan yang dapat dilakukan dari rumah.
“Kami ingin bantuan ini menjadi lebih dari sekadar penyediaan kolam dan benih ikan. Melalui program ini, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan membangun usaha produktif secara mandiri. Dengan pengelolaan yang konsisten, kegiatan budi daya ini berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga penerima,” ungkap Teguh.
Menurut Teguh, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Pemeliharaan kolam, pengelolaan pakan, serta pemantauan pertumbuhan ikan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar hasil budi daya dapat memberikan manfaat optimal.
Ketua YBM PLN UPT Padang, Wesli Hamdani, menjelaskan bahwa program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar bersumber dari dana zakat pegawai PLN yang dikelola dan disalurkan melalui YBM PLN. Sebanyak 53 keluarga penerima manfaat telah melalui proses verifikasi berdasarkan data pemerintah, dengan sasaran masyarakat yang termasuk dalam kelompok desil 1 hingga 4.
“Dana zakat yang dihimpun dari pegawai PLN kami upayakan dapat memberikan manfaat produktif bagi masyarakat. Melalui bantuan sarana budi daya ini, kami berharap penerima manfaat tidak hanya memperoleh tambahan sumber pangan, tetapi juga memiliki kesempatan membangun penghasilan keluarga. Ke depan, pelatihan dan pendampingan menjadi bagian penting agar usaha yang dirintis dapat terus berkembang,” jelas Wesli.
Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd., mengapresiasi kepedulian PLN melalui YBM PLN UPT Padang yang telah menghadirkan program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Menurutnya, pengembangan budi daya ikan air tawar di lingkungan permukiman menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi produktif yang dapat dilakukan masyarakat dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
Ia berharap seluruh penerima manfaat dapat menjaga dan mengelola bantuan secara optimal sehingga program tersebut tidak berhenti pada tahap penyaluran, tetapi terus berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Melalui program ini, PLN bersama YBM PLN UPT Padang berupaya menumbuhkan kemandirian masyarakat dengan menjadikan keluarga penerima manfaat sebagai pelaku utama kegiatan budi daya. Dukungan sarana produksi, keterlibatan masyarakat, serta peluang pendampingan diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Dari kolam-kolam sederhana di halaman rumah warga Kelurahan Pisang, tumbuh harapan baru untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang penghasilan keluarga. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen PLN untuk terus menghadirkan manfaat sosial yang tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada masa mendatang.
Narahubung:
Aji Rahmat Prabowo
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP3B Sumatera
Tlp. (0761) 6700011





0 Komentar