‎Adrian Tuswandi: Satu Jurnalis Disakiti, Sedunia Jurnalis Mengobati – Israel Jangan Sombong



‎Padang - Ketua Jaringan Pemred (JPS) Sumatera Barat (Sumbar)  Adrian Tuswandi mengutuk keras tindakan militer Israel yang menangkap sembilan WNI dan tiga jurnalis Indonesia yakni dua dari Republika dan satu dari Tempo  di perairan internasional dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

‎"JPS Sumbar mengutuk keras tindakan Israel  atas penangkapan WNI dan Jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina," ujar Adrian saat di hubungi Kamis 21 Mei 2026 pagi.

‎JPS Sumbar meminta agar upaya diplomatik cepat dan tegas dinilai perlu segera dilakukan pemerintah Indonesia untuk pembebasan WNI dan Jurnalis.

‎"Tolong perlakukan dengan baik dan terhormat dan segera lepaskan, jurnalis itu penuh jiwa korsa, satu disakiti sedunia jurnalias mengobati," tegas Adrian 

‎Sebelumnya, Armada Global Sumud Flotila 2.0 berangkat dari Kota Marmaris, Turki, pada Kamis, 14 Mei 2026. Armada ini terdiri dari 54 kapal dengan awak dari sekitar 70 negara. Mereka membawa bantuan makanan dan obat-obatan untuk warga Gaza.

‎Mereka tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI. Total ada sembilan warga negara Indonesia dalam rombongan tersebut.

‎Tiga jurnalis Indonesia yang ditangkap adalah Bambang Noroyo (Republika), Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), dan Andre Prasetyo Nugroho (Tempo TV). 

‎Penangkapan terjadi di perairan internasional, sekitar 310 mil laut dari Gaza. Artinya, armada tersebut belum memasuki wilayah teritorial Israel atau Palestina saat dicegat. 

‎"JPS Sumbar mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas terhadap warga sipil Palestina serta mendukung berbagai upaya perdamaian yang dilakukan oleh komunitas internasional," pungkas Adrian. ‎(***)

Posting Komentar

0 Komentar