PADANG — Proyek rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang, yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2026, mendapat apresiasi dari masyarakat. Pekerjaan yang merupakan bagian dari penataan kawasan pusat aktivitas perdagangan Kota Padang tersebut diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu dengan mengutamakan kualitas material serta mutu pekerjaan.
Proyek tersebut memiliki Nomor Kontrak 89/KONT-GPL/PUPR/2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp9.129.215.000. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Bripona Jaya Abadi, perusahaan asal Kalimantan, berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 2 Juli 2026.
Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 180 hari kalender. Dengan masa pelaksanaan tersebut, masyarakat berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sehingga kawasan air mancur Pasar Raya Padang bisa segera dimanfaatkan kembali secara optimal.
Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu bagian penting dari aktivitas masyarakat di kawasan Pasar Raya Padang. Karena itu, penyelesaian proyek secara tepat waktu dinilai penting agar berbagai aktivitas masyarakat, pedagang maupun pengunjung dapat kembali berjalan normal.
Masyarakat juga memberikan perhatian terhadap kualitas hasil pekerjaan. Mereka berharap pembangunan tidak hanya mengejar target penyelesaian waktu, tetapi juga memperhatikan kualitas material, ketepatan pengerjaan, kekuatan konstruksi dan mutu hasil akhir sehingga kawasan yang telah direhabilitasi dapat digunakan dalam jangka panjang.
Salah seorang warga yang beraktivitas di sekitar kawasan Pasar Raya Padang, mengaku mengapresiasi pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, rehabilitasi kawasan air mancur memang diperlukan untuk mendukung wajah kawasan Pasar Raya agar semakin tertata dan nyaman.
“Kami tentu mengapresiasi adanya rehabilitasi kawasan ini. Harapan kami pekerjaan dapat selesai tepat waktu, tetapi yang tidak kalah penting adalah kualitas dan mutunya harus benar-benar baik. Jangan hanya cepat selesai, tetapi hasilnya juga harus kuat dan bisa bertahan lama,” ujarnya.
Ia mengatakan, masyarakat pada prinsipnya mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah selama pelaksanaannya berjalan transparan, sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami yakin proyek ini bisa selesai sesuai target. Mudah-mudahan material yang digunakan memang berkualitas dan pekerjaannya dikerjakan dengan baik sesuai perencanaan. Kalau kualitasnya bagus, tentu masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” katanya.
Warga lainnya berharap setelah pekerjaan selesai, kawasan air mancur tersebut dapat kembali menjadi ruang yang nyaman dan mendukung aktivitas masyarakat di kawasan Pasar Raya.
“Kami ingin setelah selesai nanti kawasan ini kembali hidup dan aktivitas masyarakat bisa normal. Pasar Raya merupakan pusat kegiatan masyarakat, sehingga penataan kawasan seperti ini sangat penting. Kami berharap hasil akhirnya benar-benar bagus dan sesuai dengan apa yang direncanakan,” ungkapnya.
Diawasi dan Dikawal Sesuai Perencanaan
Dalam pelaksanaan proyek tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang turut melakukan pengawasan terhadap pekerjaan.
Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Padang, Yola, menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut. Pengawasan diperlukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai kontrak, spesifikasi teknis serta target waktu yang telah ditetapkan.
Selain kontraktor pelaksana, proyek ini juga melibatkan pihak konsultan yang memiliki tugas masing-masing dalam mendukung kelancaran pekerjaan.
Untuk konsultan perencana, pekerjaan dipercayakan kepada PT Reka Cipta Konsultan Prima, sementara konsultan pengawas adalah CV Restu Graha Cipta.
Keterlibatan konsultan perencana dan pengawas tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh proses pekerjaan berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Masyarakat pun berharap pengawasan terhadap pekerjaan dilakukan secara konsisten sejak proses pelaksanaan hingga pekerjaan dinyatakan selesai.
Dengan demikian, hasil rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang benar-benar memenuhi standar yang telah ditentukan.
Masyarakat Ingin Hasil Pekerjaan Berkualitas
Bagi masyarakat, keberhasilan sebuah proyek pembangunan bukan hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu. Kualitas dan daya tahan hasil pembangunan juga menjadi perhatian utama.
Karena itu, masyarakat berharap kontraktor pelaksana benar-benar memperhatikan penggunaan material dan proses pengerjaan di lapangan.
“Kalau memang ditargetkan selesai dalam 180 hari kalender, kami berharap waktunya bisa dipenuhi. Namun kami juga berharap jangan sampai karena mengejar waktu kemudian kualitas dikurangi. Justru kami ingin keduanya berjalan bersama, selesai tepat waktu dan kualitasnya juga bagus,” ujar warga lainnya.
Menurutnya, proyek dengan nilai lebih dari Rp9 miliar tersebut merupakan pekerjaan yang cukup besar sehingga hasil akhirnya harus memberikan manfaat yang sebanding bagi masyarakat.
“Anggarannya cukup besar, tentu masyarakat berharap hasilnya juga maksimal. Kami percaya pihak pelaksana dan pengawas sudah mempunyai perencanaan serta tanggung jawab masing-masing. Tinggal bagaimana pelaksanaannya benar-benar dijaga agar sesuai kontrak,” tambahnya.
Masyarakat juga berharap setelah pekerjaan selesai, kawasan tersebut mendapatkan perawatan secara berkelanjutan. Sebab, kawasan yang telah dibangun atau direhabilitasi akan tetap membutuhkan pemeliharaan agar kondisi fisiknya dapat bertahan dalam waktu lama.
Diharapkan Segera Dimanfaatkan Kembali
Rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kawasan perdagangan tersebut. Selain memperbaiki kondisi fisik kawasan, penataan yang dilakukan juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.
Dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender, masyarakat optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditentukan.
Masyarakat juga berharap tidak ada kendala berarti yang dapat menghambat proses pekerjaan di lapangan. Koordinasi antara kontraktor, konsultan pengawas, konsultan perencana dan Dinas PUPR Kota Padang dinilai menjadi salah satu faktor penting agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar.
“Kami sebagai masyarakat tentu berharap semuanya berjalan lancar. Kalau selesai tepat waktu dengan mutu dan kualitas yang baik, tentu kami sangat mengapresiasi. Setelah itu kawasan ini bisa segera dimanfaatkan kembali dan aktivitas masyarakat di sekitar Pasar Raya bisa normal seperti biasa,” kata warga.
Dengan dukungan berbagai pihak dan pengawasan yang dilakukan selama proses pekerjaan, rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang diharapkan mampu memberikan hasil sesuai harapan masyarakat.
Proyek dengan nilai kontrak Rp9.129.215.000 tersebut pada akhirnya bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan kawasan Pasar Raya Padang yang semakin tertata, nyaman, representatif dan mampu menunjang aktivitas masyarakat.
Masyarakat pun menaruh harapan besar agar proyek tersebut dapat dituntaskan sesuai jadwal, menggunakan material yang memenuhi standar, serta menghasilkan pekerjaan dengan mutu dan kualitas sebagaimana yang telah direncanakan dalam kontrak. (**)

0 Komentar