Tinjau Jalan Logistik Sumbar, Zigo Rolanda: Jangan Rugikan Masyarakat

  


LENTERASUMBAR - Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda meninjau langsung pekerjaan preservasi jalan nasional di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat pada Kamis, (5/2/2026). Peninjauan dilakukan di ruas Jalan Tanah Badantuang–Kiliran Jao serta ruas Sungai Dareh–Junction (Koto Baru).


“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan preservasi jalan ini berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas maupun waktu pelaksanaan,” kata Zigo saat peninjauan.


Ia menjelaskan, kedua proyek tersebut mulai terkontrak sejak 31 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada 25 Oktober 2027. Seluruh pekerjaan dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).


“Ini proyek jangka menengah yang sangat penting. Karena itu, saya minta semua pihak bekerja serius dan profesional. Jangan ada kompromi terhadap mutu,” tegasnya.


Zigo merinci, pada ruas Jalan Tanah Badantuang–Kiliran Jao dilakukan rekonstruksi sepanjang 4,98 kilometer, rehabilitasi mayor 19 kilometer, serta rehabilitasi minor 2,9 kilometer. 


Sementara di ruas Jalan Sungai Dareh–Junction (Koto Baru), penanganan meliputi rekonstruksi 5,45 kilometer, rehabilitasi mayor 11,8 kilometer, dan rehabilitasi minor 2,1 kilometer.


“Ruas jalan ini bukan jalan biasa. Ini jalur utama logistik yang menghubungkan distribusi barang dari Pulau Jawa, Palembang, Lampung, dan Jambi menuju Sumatera Barat,” ujar Zigo.


Ia mengingatkan, dampak kerusakan atau keterlambatan pekerjaan sangat dirasakan masyarakat. 


“Kalau jalur ini terputus satu hari saja, harga bahan pokok di Padang bisa langsung naik. Ini yang tidak boleh terjadi,” katanya.


Karena itu, Zigo secara tegas meminta penyedia jasa bekerja sesuai spesifikasi teknis dan target waktu yang telah ditetapkan.


 “Saya ingatkan, jangan sampai masyarakat Sumatera Barat dirugikan akibat pekerjaan yang asal-asalan atau molor,” ucapnya.


Menurut Zigo, peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Ia meminta agar pelaksanaan pekerjaan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas masyarakat.


“Kita tidak ingin pekerjaan preservasi justru menimbulkan kemacetan atau hambatan saat arus mudik. Semua harus diatur dengan baik,” ujarnya.


Ia menegaskan, Komisi V DPR RI akan terus mengawal proyek infrastruktur strategis di Sumatera Barat. 


“Infrastruktur jalan menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, kami akan terus mengawasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Zigo Rolanda. (***)

Posting Komentar

0 Komentar